Sehubungan dengan syarat atau regulasi keselamatan yang sangat ketat pada proyek-proyek vital antara lain public service area, oil and gas company, instalasi listrik dan proyek-proyek sejenis, maka dalam mendesain proyek-proyek tersebut selalu menggunakan komponen-komponen yang sesuai dengan persyaratan standar keselamatan. Tujuannya adalah untuk melindungi keselamatan penggunanya dan aset di dalamnya.
Salah satu komponen penyusun suatu gedung, proyek dan instalasi listrik adalah kabel. Dalam dunia perkabelan telah ditetapkan standar atau desain kabel dengan persyaratan keselamatan sesuai dengan aplikasinya.
Salah satu desain kabel yang memperhatikan keselamatan bagi penggunanya antara lain kabel dengan material Flame Retardant. Kabel Flame Retardant adalah kabel yang dalam aplikasinya apabila terjadi short circuit dan menimbulkan kebakaran maka api tersebut tidak akan menjalar ke sepanjang kabel jadi api hanya berada pada titik terjadinya kebakaran (self-extinguishing).
Pengujian Flame Retardant Menurut IEC 60332-3 secara umum (yang sering digunakan) pengujian flame retardant dibagi menjadi 3 kategori yaitu:
Perbedaan dari masing-masing kategori bisa dilihat pada Tabel Kategori Pengujian berikut ini:

Dari tabel di atas bisa kita iihat perbedaan dari masing-masing kategori adalah pada total volume material non-metalik dan lamanya pembakaran.
Total volume material non-metalik pada kabel flame retardant akan mempengaruhi rambatan api apabila terjadi kebakaran. Semakin besar volume non-metalik materialnya semakin besar pula api yang ditimbulkan pada saat terjadi kebakaran sehingga potensi perambatan api pun semakin besar. Besarnya volume non-metalik material pada kabel flame retardant akan mempengaruhi jumlah contoh uji atau berapa panjang contoh uji yang dibutuhkan.

Sebagai gambaran, berikut kami berikan contoh kabel CU / XLPE /LSZH/ DSTA / LSZH 3C x 4 mm2 0.6/1 kV setelah dihitung total volume material non-metalik (volume isolasi XLPE + inner sheath LSZH + outer sheath LSZH) adalah 0.1673 liter per meter.
Apabila diuji sesuai dengan kategori A :
Apabila diuji sesuai dengan kategori B :
Apabda diuji sesuai dengan kategori C :
Panjang contoh uji ditentukan dari pembagian volume standard masing-masing kategori dengan aktual total volume material non-metalik contoh uji. Sedangkan jumlah contoh uji dihitung berdasarkan pembagian antara panjang contoh uji dengan tinggi ladder (3.5 meter).
Untuk mendesain kabel flame retardant sesuai dengan kategori yang diinginkan, yang perlu diperhatikan terutama adalah material non-metalik penyusun kabel tersebut (misalnya isolasi, PP yarn filler, PVC inner sheath dan PVC outer sheath) harus terdiri dari material-material yang mempunyai Limited Oxigen index (L0I) yang lebih tinggi daripada kandungan oksigen di udara. Limited Oxigen lndex (L0I) adalah minimum kandungan oksigen di dalam campuran oksigen dan nitrogen di udara yang menyebabkan terjadinya pembakaran.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kandungan oksigen di udara adalah sekitar 21%. Ada beberapa sebutan material sesuai dengan kandungan oksigennya antara lain:
Kesimpulannya adalah semakin tinggi harga LOI pada material semakin baik pula daya tahannya terhadap perambatan api.
Jadi dalam mendesain kabel kabel flame retardant kategori A harga LOI material non-metaliknya harus lebih besar dibandingkan dengan kabel flame retardant kategori B. Kabel flame retardant kategori B harga LOI material non-metaliknya harus lebih besar dibandingkan dengan kabel flame retardant kategori C.
Cara menaikkan kadar oksigen (LOI) pada compound material antara lain dengan menambahkan Aluminums Tri Hydroxide ataupun Magnesium Hydroxide karena pada saat terjadi kebakaran bahan tersebut akan terurai dan salah satunya akan membentuk uap air yang akan mengurangi perambatan api.
Sumber : Majalah Turbo, penulis adalah QA - Laboratorium Supervisor. PT Jembo Cable Company Tbk.
Baca Juga : Ini Dia, Kabel Fire Resistence Dari Jembo Cable, Perbedaan Kabel Fire Resistant dan Kabel Flame Retardant, Hindari Bahaya Kebakaran Yang Disebabkan Oleh Listrik , 3 Langkah Mudah Melakukan Pemesanan Produk di Website Sinarmonas
![]() |
![]() |
![]() |
Kabel Fiber Optik atau FO memiliki karakteristik yang berbeda dalam membawa data. Data dikirim menggunakan sinyal cahaya melalui serat optik, sehingga mampu memberikan kapasitas transmisi yang besar dan koneksi yang lebih stabil untuk berbagai kebutuhan jaringan.
panel surya atau solar panel merupakan perangkat yang berfungsi mengubah energi dari cahaya matahari menjadi energi listrik. Proses ini terjadi melalui sel photovoltaic (PV) yang terdapat di dalam panel.
kabel listrik menjadi salah satu komponen utama yang menentukan keamanan, keandalan, dan efisiensi sistem. Mulai dari pembangunan gedung perkantoran, kawasan industri, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga perumahan, semuanya membutuhkan instalasi listrik yang mampu bekerja secara optimal dalam jangka panjang.
kabel NYMHY digunakan pada instalasi di ruangan kering atau lembap yang tidak terpapar langsung dengan panas berlebihan. Kabel NYMHY sering dimanfaatkan untuk kebutuhan portabel atau peralatan listrik yang sifatnya dapat dipindahkan. Misalnya digunakan pada peralatan rumah tangga, kabel sambungan, hingga instalasi listrik ringan di ruang kantor.
Kasus blackout yang terjadi di Sumatra belum lama ini menjadi pengingat bahwa listrik bukan lagi sekadar kebutuhan rumah tangga
Salah satu jenis kabel yang sering digunakan untuk kebutuhan instalasi dengan kondisi mekanis yang berat adalah kabel NYFGbY. Kabel ini dirancang dengan lapisan pelindung yang kokoh sehingga mampu bertahan dalam berbagai kondisi, baik di dalam ruangan, luar ruangan, maupun ditanam langsung di dalam tanah.