close Beranda Tentang Kami Produk Informasi
Berita Blog
Kontak Karir
sinarmonas
Kabel Tegangan Menengah & Sistem Distribusi Tenaga Listrik

Kabel Tegangan Menengah & Sistem Distribusi Tenaga Listrik

30 November 2020

Setelah revolusi industri terjadi, banyak sektor-sektor agraris berubah menjadi sektor industri. Seiring dengan perkembangan industri, maka kebutuhan akan listrik sebagai sumber energi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Untuk menjamin kontinuitas pelayanan akan kebutuhan energi listrik diperlukan distribusi energi tersebut dari pusat pembangkit tenaga listrik sampai pengguna.

Dalam mendistribusikan energi listrik diperlukan kawat penghantar dan kabel. Untuk mengurangi rugi-rugi daya pada penyaluran energi listrik karena adanya tahanan induktansi dan kapasitansi pada kawat dan kabel, maka digunakan tegangan menengah dan tegangan tinggi untuk jarak yang cukup jauh.

Pada jaman pembangunan dewasa ini perkembangan penggunaan energi listrik tanpa mengotori lingkungan sangat pesat sekali. Penggunaan energi listrik sangat luas di samping sebagai penerangan pada sektor industri, juga digunakan untuk mengubah menjadi energi gerak, energi panas, dan lain-lain.

Suatu sistem daya listrik terdiri dari empat bagian utama :

1. Stasiun Pusat Pembangkit Tenaga Listrik
2. Saluran Transmisi
3. Saluran Distribusi
4. Pusat Beban

Untuk menyalurkan energi listrik dari pusat pembangkit sampai pada pusat beban diperlukan kawat penghantar dan kabel, dimana peranan kawat penghantar dan kabel sangat dibutuhkan dalam memperluas sistem transmisi dan distribusi, guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Jenis-jenis penyaluran tenaga listrik di tinjau dari pemasangannya pada umumnya ada tiga macam :
1. Di atas tanah (Overhead)
2. Di bawah tanah (Underground)
3. Di bawah laut (Sub marine)

Penyaluran tenaga listrik di atas tanah sudah lama kita kenal, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat terutama di kota-kota besar maka penyaluran tenaga listrik di bawah tanah dikembangkan, karena penyaluran tenaga listrik di atas tanah pada tegangan yang cukup tinggi akan membahayakan penduduk dan akan menganggu rencana tata kota (pemandangan tidak baik). Dan penyaluran tenaga listrik di bawah laut belakangan ini dikembangkan untuk menjamin kontinuitas pelayanan antar pulau pada sistem interkoneksi.

Dari tabel diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penyaluran tenaga listrik di bawah tanah lebih baik terutama segi keamanan dan keindahan oleh sebab itu penyaluran tenaga listrik di bawah tanah dikembangkan di kota-kota besar.

Klarifikasi Tegangan

1. Tegangan Rendah : < 3,6 kV
2. Tegangan Menengah : 3,6 — 70 kV
3. Tegangan Tinggi : 70 - 220 kV
4. Tegangan Ekstra Tinggi  : 220 - 765 kV
5. Tegangan Ultra Tinggi  : > 765 kV

 

 

 

Rating tegangan menurut standard IEC 60502-2

- 3.6/5 kV
- 6/10 kV
- 8.7/15 kV
- 12/20 kV
- 18/30 kV

Pengertian Tegangan Kerja Contoh Uo/U = 12/20 kV 12 kV. Uo adalah tegangan antara fasa dengan netral sedangkan U adalah tegangan antara fasa dengan fasa.

             

Dari gambar di atas, Kabel Tegangan menengah sangat penting peranannya dalam distribusi tenaga listrik. Apabila Kabel Tegangan Menengah mengalami kerusakan maka dapat dibayangkan bahwa sektor-sektor industri, bisnis, transportasi, perumahan dll mengalami gangguan. Sebagai contoh sederhana apabila kabel NA2XSEBY 3 X 240 mm2 12/20 kV mengalami kerusakan (break down), sedangkan kabel tersebut di pakai mensuplai perumahan maka kira-kira 8200 rumah mengalami pemadaman (dengan asumsi tiap rumah daya terpasang 1300 VA).

Demikian sedikit tentang keterkaitan antara Kabel Tegangan Menengah dengan Sistem Distribusi Tenaga Listrik.

Baca juga : Varian Kabel Medium Voltage, Jenis Kabel Yang Cocok untuk Instalasi Rumah, Perbedaan Kabel Fire Resistance dan Kabel Flame Retardant