close Beranda Tentang Kami Produk Informasi
Berita Blog
Kontak Karir
sinarmonas

Blog

Mengenal Sejarah dan Kegunaan Fiber Optik

Mengenal Sejarah dan Kegunaan Fiber Optik

01 Maret 2019

Sebagian dari kita mungkin sering mendengar kabel fiber optik. Namun, tak banyak yang betul-betul mengerti apa sebetulnya fiber optik itu, untuk apa dan sejak kapan kabel fiber optik pertama kali ditemukan.

Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi ini sudah banyak digunakan sejak zaman kuno, pada 1930 seorang mahasiswa kedokteran bernama Heinrich Lamm menemukan serat optik yang diujicobakan dalam penelitiannya.  Lamm mengawali eksperimennya itu untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan bernama serat optik. Kala itu uji coba tersebut belumlah mendapat hasil yang sempurna, tak sedikit pula ilmuwan setelah Lamm berusaha untuk mengembangkan fiber optik agar memiliki fungsi yang lebih baik. 

Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuwan Inggris pada tahun 1958 yang diusulkan serat optik prototipe saat ini digunakan yang terdiri dari inti kaca yang dibungkus dengan kaca lainnya. Barulah pada 1973 John MacChesney dan Paul O. Connor di Bell Laboratories, New jersey, Amerika Serikat, mengembangkan proses pengendapan uap kimia ke bentuk ultratransparent glass yang kemudian menghasilkan serat optik yang memiliki rugi-rugi (daya) sangat kecil dan diproduksi secara masal hingga saat ini. 

Di sekitar awal 1960-an fantastis perubahan terjadi di Asia, yaitu ketika ilmuwan Jepang berhasil menciptakan jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar. Di sisi lain ilmuwan daripada mencoba untuk membimbing cahaya melewati kaca (serat optik) tetapi juga mencoba untuk "menjinakkan" cahaya. Kerja keras dan bahkan kemudian berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser bekerja pada frekuensi daerah tampaknya sekitar 1014 Hertz 15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro.

Sekitar pada tahun 1960 serat optik ditemukan bahwa kemurniannya sangat tinggi, kurang dari satu bagian dalam satu juta. yang berarti serat yang sangat jelas dan tidak memberikan aliran listrik begitu murni, sehingga dikatakan, jika air laut itu semurni serat optik, dengan penerangan yang cukup normal mata akan dapat melihat object lintas lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.

Dapat dikatakan bahwa fiber optik adalah serat optic yang memiliki saluran transmisi (sejenis kabel) yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut yang dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.

Kegunaan Fiber Optik

Saat ini kabel fiber optik digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Umumnya kabel fiber optik digunakan sebagai backbone pada jaringan, misalnya untuk menghubungkan jaringan antar pulau, menghubungkan antara kantor cabang, gedung dan lainnya. Kabel fiber optik sangat bermanfaat untuk mentransmisikan jutaan data dari kantor ke kantor dan pulau ke pulau.

Perlu diketahui untuk menghubungkan Anda yang berada di pulau Bali dan Papua sinyal awalnya itu berasal dari fiber optik. Jadi, kabel fiber optik dari pusat Jakarta ditarik lewat laut menggunakan kapal menuju data center yang sudah terhubung. Setelah itu baru sinyal satelit memberi respons agar kita dapat berkomunikasi menggunakan telepon dan internet. Karena tanpa transmisi dari fiber optik tingkat loss signal akan sangat tinggi atau bisa juga delay dengan koneksi internet yang sangat lama. 

Nah, bagaimana sekarang sudah tahu apa dan bagaimana kabel fiber optik itu bekerja? (Gilang Pradana)