PVC (Polyvinylchloride) compound mulai digunakan sebagai bahan untuk isolasi (insulation) kabel kira-kira setengah abad lalu. Pilihan terhadap PVC ini dikarenakan material / bahan ini memiliki sifat fisik (kuat tarik dan pemuluran) dan sifat kimia (tahan terhadap beberapa bahan kimia) yang sangat baik, prosesnya mudah (secara extrusi, injeksi) serta harganya murah.
PVC compound menjadi salah satu bahan plastik yang paling banyak digunakan oleh berbagai jenis perusahaan industri sejak beberapa tahun yang lalu, mulai dari industri karpet, selang plastik yang menggunakan PVC fleksibel sampai industri pipa paralon yang menggunakan PVC kaku dan keras.
PVC compound adalah PVC resin yang sudah dicampur dengan beberapa additive. Tujuan penambahan additive ini adalah untuk memperoleh kualitas bahan sesuai aplikasi yang direncanakan. Pada dasarnya PVC resin itu sendiri tidak bisa diproses tanpa penambahan additive. Beberapa additive yang sering ditambahkan ke dalam PVC resin misalnya, plasticizer (membuat PVC lebih fleksible) heat stabilizer (membuat PVC tahan panas saat proses), filler (membuat lebih berat secara density dan juga murah), lubricant (membuat surface / visual menjadi halus dan mengkilat) serta beberapa additive lainnya seperti flame retardant additive (membuat lebih tahan terhadap api), UV resistance (tahan terhadap radiasi sinar UV dari matahari), anti jamur, anti rayap dan sebagainya.
Berdasarkan Standar Internasional, PVC resin dibedakan berdasarkan nilai K (K- Value) yang menunjukkan seberapa besar/seberapa panjang rantai polimer dari PVC resin itu sendiri. Semakin besar derajat polimerisasinya (semakin panjang rantai polimernya), semakin besar K-Value dan sifat mekaniknya semakin kuat. Sebaliknya, semakin kecil nilai K, semakin kecil derajat polimerisasinya, PVC resin semakin cair dan sifat mekanisnya semakin turun. Contohnya, PVC dengan derajat polimerisasi 2500-3000 yang disebut K-75, biasanya dipakai untuk membuat selang plastik dan lain-lain. PVC resin dengan polimerisasi 1300-1700 yang disebut K-70, biasanya dipakai untuk isolasi dan sheath kabel, PVC dengan polimerisasi 1000- 1300 yang disebut K-65, biasanya dipakai untuk membuat kulit imitasi, pipa lunak, lembaran tipis. Sementara PVC yang mempunyai polimerisasi sangat rendah, yaitu 400, biasanya digunakan untuk membuat cat atau lem karena bahannya lebih cair.
Plasticizer (bahan pemlastis) sering ditambahkan ke dalarn PVC resin dengan tujuan untuk meningkatkan fleksibilitas (membuat lebih fleksibel), ditandai dengan naiknya nilai pemuluran (elongation), menurunkan titik rapuh (brittleness point).
Pemakaian plasticizer dalam PVC compound biasanya bervariasi mulai dari 0% sampai 50% tergantung tingkat fleksibilitas hasil produksi dari produk yang direncanakan. Sebagai contoh adalah pipa paralon yang biasa dipakai untuk mengalirkan air, mempunyai kandungan plasticizer 0% - 5 %. Untuk bahan baku produksi kabel fleksibel, harus mempergunakan grade yang berbeda, dengan tingkat kandungan plasticizer antara 30-40%. Jadi jelas, bahwa semakin besar kandungan plasticizer-nya, PVC semakin fleksibel. Plasticizer yang paling umum dipakai selain untuk kabel adalah DOP (Di Octyl Phtalate). PVC untuk bahan kabel pada umumnya mempergunakan DOP sebagai plasticizer, kecuali bila dibutuhkan PVC yang mempunyai sifat teknis tertentu seperti: loss of mass (kehilangan berat), elongation (pemuluran) setelah aging, sifat flame retardant (menghambat rambatan api), dibatasi dengan spesifikasi tertentu, maka DOP harus diganti dengan plasticizer jenis lain seperti : DINP (Di lso Nonyl Phtalate), DIDP (Di lso Decyl Phtalate), TOTM (Tri Octyl Phtalate) dan lain-lain. Sebagai contoh, untuk memenuhi standar PVC outer jacket grade YM2 merah kabel medium voltage harus mempergunakan plasticizer yang memenuhi standar loss of mass setelah aging 1000C, 7x24 jam 1.5 gr/mm2 yaitu jenis DINP atau DIDP. Untuk memenuhi standar PVC insulation heat resistance YJ/E 1050 C, plasticizer jenis TCP (Tri Chresyl Phospate) karena DOP, DINP, DIDP bersifat mudah terbakar (mendukung terjadinya kebakaran) dan tidak menghambat api. Plasticizer pada PVC bahan kabel akan berpengaruh terhadap hardness (tingkat kekerasan PVC yang biasanya dalam satuan skor A) dan volume resistivity.
Semakin besar kandungan plasticizer, hardness semakin kecil (semakin empuk), begitu pula seb
aliknya. Semakin besar kandungan plasticizer, volume resistivity semakin kecil. Contohnya, PVC insul YJ A yang mengandung plasticizer kira-kira 27% mempunyai hardness 90 dan volume resistivity 5x1014. Sementara PVC fleksibel YJ D yang mengandung plasticizer 35% mempunyai hardness 87 dan volume resistivity 8x1013 ohm.cm. Heat stabilizer (penstabil panas) harus ditambahkan ke dalam PVC compound, karena secara kimia PVC resin tidak tahan terhadap panas (auto catalytic degradation), terutama saat proses extrusi. Maka, fungsi dari heat stabilizer adalah menstabilkan panas yang diterima oleh material sehingga tidak sampai membuat material menjadi kepanasan (degradasi) yang ditandai dengan visual kasar atau gosong.
Bahan yang digunakan untuk menstabilkan panas biasanya terdiri dari senyawa logam seperti Tribasic Lead Sulphate dan Dibasic Lead Stearate (dari bahan lead atau timbal), Dibutyl Tin, Barium Cadmium Zinc dan lain-lain. Filler (bahan pengisi) sengaja ditambahkan ke dalam PVC compound dengan tujuan agar biaya produksi menjadi lebih murah. Penambahan bahan filler akan berpengaruh terhadap karakter mekanik maupun elektrik. Kandungan filler yang terlalu tinggi pada PVC untuk kabel akan serta merta menurunkan sifat mekanik (kuat tarik), density (berat jenis) meningkatkan hardness, sedangkan volume resistivity pada bahan insulation jadi turun / rendah. Secara proses, bila density terlalu tinggi maka motor extruder berat dan output material rendah. Material filler yang paling umum dipakai untuk PVC kabel adalah CaCO3 (kalsium karbonat), AI (OH)3 (Alumunium trihidroksida) dan lain-lain. Additive lain yang sering ditambahkan pada PVC Compound untuk kabel adalah pigmen warna (berfungsi untuk identifikasi warna), lubricant (membuat flow material lebih stabil dan lancar sehingga visual tidak bergelombang dan lebih mengkilat), flame retardant additive (berfungsi untuk menahanrambatan api bila kabel tersebut terbakar – bukan berarti material ini anti api), anti UV (menyerap sinar UV dari matahari supaya tidak sampai merusak PVC dan memudarkan warnanya), anti termite (mencegah material PVC dimakan rayap, kutu), anti jamur, anti tikus, anti peluru dan sebagainya.
Masalah yang mungkin timbul pada material PVC adalah sebagai berikut:

Dengan memahami permasalahan yang timbul, tentunya kita akan lebih sanggup mengantisipasi dan menjadikan kelemahan tersebut menjadi sebuah kelebihan melalui sebuah inovasi
Oleh : Mashuni
Sumber : majalah Turbo Edisi III
Baca juga : PVC Compound, material yang banyak digunakan oleh industri, Pipa kabel HDPE melindungi kabel dari berbagai faktor eksternal , Varian Produk PVC Compound
![]() |

Kenali peran PVC Compound dalam menjaga isolasi listrik, ketahanan mekanis, ketahanan temperatur, dan performa kabel listrik dalam jangka panjang.
Kenali 7 perangkat penting dalam instalasi FTTH, mulai dari ODP, ODF, ODC, kabel SCPT, patch cord, pigtail, hingga joint closure
Menurut berbagai kajian energi nasional, Indonesia memiliki intensitas radiasi matahari rata-rata sebesar 4–5 kWh/m² per hari. Potensi ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga menjadikannya salah satu sumber energi terbarukan paling mudah dimanfaatkan.
PT Sinarmonas Industries menyediakan kabel Jembo Cable, GL LED, panel surya, dan aksesori kelistrikan untuk sektor konstruksi, manufaktur, properti, dan industri lainnya.
Lampu LED cepat rusak? Kenali 5 kesalahan yang sering dilakukan, mulai dari tegangan listrik tidak stabil, suhu panas, fitting, hingga kualitas lampu.
Kenali perbedaan kabel NYM dan NYMHY, mulai dari konstruksi, fleksibilitas, tegangan pengenal, hingga aplikasi untuk instalasi listrik rumah dan bisnis.