Berita & Acara

Industri kabel diproyeksikan dapat tumbuh 15% tahun 2020

Industri kabel diproyeksikan dapat tumbuh 15% tahun 2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel) memandang tahun ini jadi kesempatan bagi produsen kabel untuk mengerek bisnisnya. Mengingat, tahun lalu, industri ini cenderung melambat. 
 
Noval Jamalullail, Ketua Umum Apkabel menebak, pada 2020, industri kabel dapat tumbuh sekitar 10%-15% dibandingkan tahun lalu. Mengingat rata-rata konsumsi kabel domestik dapat bertumbuh sekitar 10% setiap tahunnya.
 
Sementara itu tingginya serapan kabel listrik di dalam negeri juga dipengaruhi oleh rendahnya rasio elektrifikasi nasional yang baru di level 0,78 pada 2016. Setiap tahunnya rasio elektrifikasi terus ditingkatkan.
 
Sedangkan, kebutuhan kabel transmisi masih tinggi mengingat beberapa investor masih menahan menanamkan dananya di dalam negeri menunggu kepastian ketersediaan sumber daya listrik. Selain itu, beberapa fasilitas produksi industri pun terhenti karena masih rendahnya sebaran listrik di daerah-daerah.
 
Mengenai kemungkinan produsen menambah kapasitas produksi di tahun ini, Noval bilang, dengan situasi perekonomian saat ini produsen kabel cenderung wait and see. "Nanti realisasi semester I-2020 sudah keluar mungkin bisa menjadi cerminan untuk tetap lanjutkan investasi atau tidak," jelas dia kepada Kontan.co.id, Jumat (10/1).
 
Untuk jenis kabel tegangan tinggi saja, tercatat mencatat kapasitas terpasang pabrikan di Indonesia mencapai 3.600 Km per tahunnya. Adapun terkait harga bahan baku kabel saat ini, Noval mengatakan tengah berada pada titik terendah.
 
Kondisi tersebut bakal berimbas pada turunnya harga jual, sehingga menurutnya agak berbahaya bagi produsen jika mendapatkan kontrak jangka panjang saat ini. Sebab suatu waktu harga bahan baku yang berupa tembaga dan aluminium berpotensi fluktuatif.