close Beranda Tentang Kami Produk Informasi
Berita Blog
Kontak Karir
sinarmonas
Perbedaan Kabel Fire Resistance dan Kabel Flame Retardant

Perbedaan Kabel Fire Resistance dan Kabel Flame Retardant

03 November 2020

 

Kabel Fire Resistance / Fire Resistance Cable adalah kabel yang tahan terhadap api bila terjadi kebakaran. Stroom/listrik akan tetap mengalir di kabel tersebut, maksimum selama lebih kurang 3 jam pada suhu 750 °C sehingga penerangan, lift, escalator, data, instrument, signal dan peralatan vital selama peralatan tersebut belum terbakar akan tetap berfungsi.

Sedangkan kabel Flame Retardant / Flame Retardant Cable adalah kabel yang apabila terjadi hubungan pendek dan menimbulkan api, maka api pada kabel tersebut tidak menjalar ke tempat lain melalui kabel tersebut. Api hanya berada pada titik terjadinya hubungan pendek tersebut, kecuali bila disekitar kabel tersebut ada material yang mudah terbakar. 

Pada suatu proyek kita sering menemukan konsultan telah menetapkan bahwa kabel untuk area atau bagian tertentu harus mempergunakan Kabel Flame Retardant dan/atau Kabel Fire Resistance. Masyarakat pada umumnya tidak dapat membedakan bahkan sering beranggapan bahwa kabel Flame Retardant dan kabel Fire Resistance itu sama.

Dalam bahasa sehari-hari, kabel Flame Retardant adalah kabel yang apabila terjadi hubungan pendek dan menimbulkan api, maka api pada kabel tersebut tidak menjalar ke tempat lain melalui kabel tersebut. Api hanya berada pada titik terjadinya hubungan pendek tersebut, kecuali bila disekitar kabel tersebut ada material yang mudah terbakar. Stroom/aliran listrik karena terjadi short/hubungan pendek, otomatis mati. Jadi kabel Flame Retardant adalah jenis kabel yang menahan api agar tidak menjalar melalui kabel.

Sedangkan yang dimaksud dengan kabel Fire Resistance adalah kabel yang tahan terhadap api bila terjadi kebakaran. Stroom/listrik akan tetap mengalir di kabel tersebut, maksimum selama lebih kurang 3 jam pada suhu 750 °C sehingga penerangan, lift, escalator, data, instrument, signal dan peralatan vital selama peralatan tersebut belum terbakar akan tetap berfungsi dan proses evakuasi tetap dapat dilaksanakan.

Mengapa kabel Flame Retardant dapat menahan api agar tidak menjalar melalui kabel tersebut, bila terjadi hubungan pendek dan kabel Fire Resistance dapat tahan dalam api pada suhu 750 °C seIama lebih kurang 3 Jam? Berikut ini kami sajikan sedikit uraian tentang kedua kabel tersebut.

A. Kabel Fire Resistance.

Kabel Fire Resistance adalah kabel yang didesain agar memiliki kemampuan/tahan terhadap api apabila terjadi kebakaran pada suhu 750 °C dan masih dapat berfungsi mengalirkan/menghantarkan arus minimum selama lebih kurang 3 jam.

Yang membuat kabel Fire Resistance mampu menahan api sebagaimana dimaksud diatas karena terdapatnya lapisan yang berfungsi sebagai fire barrier yang ditempatkan setelah konduktor sebelum insulation. Pada umumnya material yang digunakan sebagai fire barrier adalah Mica Glass Tape. Material lain yang digunakan untuk membuat kabel tersebut sesuai standar IEC 60331 atau BS 6387. Kabel FRC dengan Standar IEC 60331 harus lolos uji ketahanan terhadap suhu 750 derajat celcius selama 90 menit, sedangkan BS 6387 harus tahan terhadap suhu kurang lebih 1000 derajat celcius selama 3 jam.

Untuk kabel FRC, Jembo Cable sendiri sudah menggunakan standar BS 6378 dan sudah mengantongi sertifikat dari TUV PSB.

Keterangan :

1. Conductor
2. Fire Barrier (Mica Tape)
3. Insulation
4. Colour Code
5. lndividual Screen
6. Wrapping
7. Overall Screen
8. Inner Sheath
9. Armour
10. Outer Sheath
11. Jembo Cable

B. Kabel Flame Retardant.

Kabel Flame Retardant adalah kabel yang apabila terjadi hubungan pendek dan menimbulkan api, maka api pada kabel tersebut tidak menjalar ke tempat lain melalui kabel tersebut. Api hanya berada pada titik terjadinya hubungan arus pendek, kecuali bila disekitar kabel tersebut ada material yang mudah terbakar.

Kabel Flame Retardant di-design, diproduksi dan diuji (intermediate & final test) berdasarkan Standar IEC 332-3 Cat. A, B, C, khusus untuk kabel Flame Retardant harus memenuhi persyaratan bahan sebagai berikut :

  1. Bahan Isolasi (pembungkus/ pelindung/ proteksi) konduktor dirancang agar ketika terjadi kebakaran tidak mengeluarkan asap yang banyak, serta tidak mengeluarkan gas beracun (non toxic), untuk itu harus menggunakan compound yang mengandung Low Smoke Zero Halogen Flome Raterdant.
  2. Bahan selubung dalam (inner jacket) dan selubung luar (outer jacket), diperlukan bahan dengan kategori yang sama, yaitu harus mengandung Low Smoke Zero Halogen Flame Retardant.

Suatu bahan dapat dikatakan memenuhi persyaratan Low Smoke Zero Halogen Flame Retardant apabila bahan tersebut memiliki Limited Oxigen Index (L0I) yang jauh lebih tinggi dari kadar oksigen. LOI adalah minimum kandungan oksigen di dalam campuran oksigen/nitrogen di udara yang menyebabkan terjadinya api. Udara mengandung sekitar 21 % oksigen. Bahan additive biasanya ditambah untuk menunjang hal tersebut diatas seperti Aluminums Tri Hydroxide (AL(OH)3) atau Magnesium Hydroxide (Mg (OH)2). Kedua bahan tersebut tujuannya untuk menaikan kadar oksigen dan menurunkan asap karena pada saat terjadi kebakaran bahan tersebut akan terurai dan salah satunya membentuk uap air (H20), uap air yang dihasilkan nantinya akan berfungsi sebagai pelindung agar perambatan api dapat ditahan, Kemudian Aluminums Tri Hydroxide (AL(OH)3) dan Magnesium Hydroxide (Mg (OH)2) ketika terjadi kebakaran akan terurai dan membentuk lapisan pelindung pada permukaan polimer yang terbakar, sementara gas yang dikeluarkan oleh polimer yang terbakar akan diserap sehingga jumlah asapnya akan berkurang.

Demikian bahasan tentang kemampuan dari kedua jenis kabel tersebut. Kami akan membahas tentang material kabel fire resistance dan kabel flame retardant pada artikel selanjutnya. 

Oleh : Mashuni (Majalah Turbo edisi V)

Baca Juga : Perbedaan Kabel Fire Resistance dan Kabel Flame Retardant (lanjutan) , Mengenal Kabel Fire ResistanceVarian Kabel Fire Resistance