Metode Penyambungan Kabel Fiber Optik

28 Oktober 2021
Metode Penyambungan Kabel Fiber Optik

Di era serba kompetitif saat ini, mutlak perhatian penuh terhadap kepuasan pelanggan (customer satisfaction), kemampuan untuk menciptakan produk dengan kualitas yang tinggi dan harga yang kompetitif adalah suatu keharusan. Untuk mendapatkan kualitas yang tinggi, bukan saja ditentukan dari material yang berkualitas baik, proses produksi yang baik, tetapi juga yang terpenting adalah alat uji kualitas yang handal dan petugas penguji (personal inspector) yang memiliki kompetensi yang tinggi baik cara pengujian maupun pemahaman pengoperasian mesin ujinya. Oleh karena itu PT Jembo Cable Company, Tbk. sangat menaruh perhatian penuh khususnya terhadap keandalan alat uji maupun petugas pengujinya sebagai pendukung utama terciptanya produk yang berkualitas tinggi.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salah satu tahapan aktivitas uji untuk kabel serat optik, yaitu teknik penyambungan serat optik. Mengapa ini penting diperhatikan? Karena setiap Instalasi kabel fiber optik adalah hasil proses.

Jaringan akses fiber optik adalah jaringan utama sebagai perangkat dasar yang menghubungkan dari sisi pengirim ke sisi penerima dalam bidang telekomunikasi. Jaringan ini dibagi menjadi dua bagian yaitu jaringan metal dan jaringan non metal atau yang disebut jaringan fiber optik.

Jaringan akses fiber optik ini merupakan jaringan yang mentransmisi cahaya dengan kecepatan yang sangat tinggi dan dengan jangkauan yang jauh lebih panjang bila dibandingkan dengan kabel tembaga, serta bebas dari interferensi gelombang elektromagnetik.

Fiber optik sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu single mode dan multi mode. Single mode dapat menjangkau jarak sampai ratusan kilometer namun hanya mengirim satu sinyal pada satu waktu. Sedangkan multi mode hanya dapat menjangkau jarak kurang dari satu kilo meter saja namun dapat mengirimkan sinyal yang berbeda pada saat yang bersamaan, kemudian dapat mengirimkan data pada sudut refraksi yang berbeda pada saat yang bersamaan, dan mengirimkan data pada sudut refraksi yang berbeda.

Dalam setiap Instalasi kabel fiber optik, hasil proses penyambungan merupakan faktor yang paling penting untuk menentukan kualitas transmisi sinyal, karena setiap titik sambungan mempunyai rugi daya signal transmisi (Loss Attenuation) yang bervariasi. Besar kecilnya Loss attenuation (Rugi Redaman) diakibatkan oleh kurang sempurnanya hasil proses penyambungan ataupun metode penyambungan yang dipilih oleh instalatir di lapangan. Sebagai gambaran, untuk rugi redaman pada salah satu titik sambungan sebesar 0.15 dB akan bisa mengurangi jarak transmisi sampai dengan ratusan meter.

Terdapat 3 metode yang menjadi pilihan dalam melakukan penyambungan kabel serat optik, yaitu:

1. Metode Fusion Splice

 

Metode ini merupakan metode penyambungan dengan cara Fusi (peleburan) sesuai titik lebur serat optik. Penyambungan ini biasanya dilakukan pada jaringan akses, metro dan long distance.
Adapun proses penyambungan dengan metoda ini diperlukan beberapa tahapan proses antara lain: 

  1. Proses persiapan yang meliputi pengupasan coating dan cladding, keduanya adalah lapisan pelindung inti fiber. 
  2. Pengupasan gunakan spesial alat kupas serat optik (fiber stipper tool)
  3. Pembersihan fiber optik dengan mengunakan tisue yang dibasahi alkohol 90%.
  4. Pemotongan inti fiber dengan menggunakan alat fiber cleaver atau yang sejenis.
  5. Penyambungan yang meliputi alignment, position dan fusion kemudian menampilkan posisi titik sambung serta nilai loss fiber.
  6. Pemasangan fiber heat shrink sleeve untuk melindungi sambungan fiber agar tidak mudah patah.

Dengan menggunakan metode ini dibutuhkan sumber daya yang sudah berkompeten di bidangnya, serta memerlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi.

 

2. Metode Mechanical Splice

 

Metode Mechanical Splice adalah metode penyambungan dengan cara mekanik. Untuk melakukan penyambungan dengan sistem mekanik ini, diperlukan mechanical splice assembly serta perangkat tool kit set, penyambungan dengan metoda ini tidak diperlukan catuan listrik. Persiapan penyambungan dilakukan seperti pada point 1 butir a sampai dengan c kemudian proses penyambungan dilakukan dengan menempatkan kedua ujung fiber optik pada V grove dari mechanical splice.

Langkah berikutnya, dilakukan pengaturan agar kedua ujung fiber optik bertemu pada medium mechanical splice. Kemudian handle pada mechanical splice didorong ke bawah sehingga dapat menekan cap dari mechanical splice. Sambungan dengan sistem mechanical splice ini relatif mudah dan tidak memerlukan catuan listrik seperti yang ada pada fusion splicer, namun hasil ukur dari sambungan ini berkisar pada 0.2 dB.

 

3. Metode Connector Splice

 

Metode ini adalah metode penyambungan fiber optik dengan menggunakan konektor, adapun sistem ini mempercepat sistem penyambungan. Sistem penyambungan dengan konektor hanya memerlukan material konektor saja sebagai titik sambung namun untuk semua persiapan sama dengan fusion splice dan mechanical splice.

Konektor fiber optik terdiri dari dua jenis, konektor model ST yang berbentuk lingkaran dan konektor SC yang berbentuk persegi. Penggunaan ini harus disesuaikan dengan jenis perangkat yang digunakan karena mereka mungkin berbeda. Sistem splice fast connector ini dapat dilepas ataupun dipasang kembali sehingga lebih fleksibel tanpa memerlukan material tambahan. Sedangkan nilai redaman yang terjadi pada sistem ini berkisar 0.15dB.

Akan tetapi dengan sistem ini mempunyai kerugian lain yaitu pantulan (reflection) pada guide pin connector yang diakibatkan perpindahan medium antara kedua guide pin connector yang disambungkan. Sedangkan besaran loss akibat refleksi tersebut tergantung pada struktur guide pin connector dan proses penyambungannya.

Dari ketiga sistem penyambunagn fiber optik tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan yaitu :

  1. Rugi daya sinyal pada saat penyambungan disebabkan oleh cara penyambungan itu sendiri.
  2. Sistem penyambungan dapat tentukan dengan mempertimbangkan kualitas sambungan.
  3. Hasil penyambungan dengan menggunakan sistem fusion splice akan lebih baik dari kedua sistem penyambungan yang lain.
  4. Penyambungan dengan sistem mechanical dan connector nilai redaman tidak bisa diketahui langsung.

Akhirnya bahwa setiap pelaku instalasi kabel fiber optik dirasa sangat perlu mempertimbangkan dan memilih metode yang paling tepat dan cepat di dalam pelaksanaannya.

 

(Suwarta, QC Metallic & FO Supervisor)

 

Baca juga : Fiber Optik : Kelebihan & Kelemahannya, Kabel Fiber Optik : Keunggulan, Karakteristik & Aplikasinya, Ini Alasan Kenapa Anda Harus Pakai Jembo Cable


 

   

 

Blog Lainnya

22 September 2026

Apa Pembeda antara Kabel NYM dan NYMHY? Kenali Fungsi dan Aplikasinya

Kenali perbedaan kabel NYM dan NYMHY, mulai dari konstruksi, fleksibilitas, tegangan pengenal, hingga aplikasi untuk instalasi listrik rumah dan bisnis.

11 September 2026

Fungsi Joint Closure dalam Jaringan FTTH: Melindungi Sambungan Fiber Optik

Joint closure adalah perangkat yang digunakan untuk melindungi sambungan kabel fiber optik, khususnya pada titik ketika dua atau lebih kabel perlu disambungkan melalui proses splicing.

05 September 2026

Kabel 4 Besar, Standar Resmi atau Sekadar Istilah?

Kabel 4 besar bukanlah peringkat resmi pemerintah yang menetapkan empat merek kabel terbaik di Indonesia. Tidak ada satu daftar baku yang secara umum dapat dijadikan acuan bahwa hanya empat merek tertentu yang secara resmi ditetapkan sebagai

28 Agustus 2026

Mengapa Jaringan Fiber Optik Lebih Stabil Dibanding Kabel Konvensional?

Kabel Fiber Optik atau FO memiliki karakteristik yang berbeda dalam membawa data. Data dikirim menggunakan sinyal cahaya melalui serat optik, sehingga mampu memberikan kapasitas transmisi yang besar dan koneksi yang lebih stabil untuk berbagai kebutuhan jaringan.

18 Agustus 2026

Mengenal Panel Surya dan Cara Kerjanya untuk Kebutuhan Energi Listrik

panel surya atau solar panel merupakan perangkat yang berfungsi mengubah energi dari cahaya matahari menjadi energi listrik. Proses ini terjadi melalui sel photovoltaic (PV) yang terdapat di dalam panel.

03 Agustus 2026

Kabel Listrik Berkualitas Sangat Penting untuk Proyek Kelistrikan

kabel listrik menjadi salah satu komponen utama yang menentukan keamanan, keandalan, dan efisiensi sistem. Mulai dari pembangunan gedung perkantoran, kawasan industri, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga perumahan, semuanya membutuhkan instalasi listrik yang mampu bekerja secara optimal dalam jangka panjang.