Nonton pertandingan perdana kemaren (sab, 13/6) di stadion Toronto, saat tuan rumah Kanada melawan Bosnia & Herzegovia?. Dalam pertandingan itu Kanada tampil agresif dan berusaha menguasai jalannya pertandingan, namun situasi tidak berjalan sesuai harapan tuan rumah. Bosnia & Herzegovina justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu dengan gol yang dicetak pada menit 21‘ oleh Jovo Lukic‘ sehingga ribuan pendukung Kanada kecewa dan terdiam.
Di tengah tekanan yang terus meningkat, sosok Cyle Larin akhirnya muncul sebagai penyelamat dengan gol spektakulernya di menit 78’. Goool….. satu stadion langsung pecah. Gemuruh dan riuh penonton menggema menyambut selebrasi sang pencetak gol sekaligus memastikan Tim asuhan Jesse Marsch ini terhindar dari kekalahan di kandang sendiri dan meraih poin perdana yang bersejarah di piala dunia kali ini
Nah dari kondisi dan situasi seperti ini gue yakin, seluruh penonton yang lain mungkin fokusnya ke pemain dan selebrasi si pencetak gol. Dan itu Wajar…sangat wajar
Tapi ini yang terjadi pada gue, orang yang sampe saat ini masih berkecimpung dan lama hidup dalam lingkungan proyek. Nonton pertandingan kayak gini, kadang pikirannya suka ke mana-mana. "Gue langsung kebayang ada banyak sistem yang lagi jalan berbarengan saat itu". Lampu stadion nyala semua, Layar LED jalan terus, Sound system aktif, Kamera siaran kerja dari berbagai sudut. Belum lagi jaringan internet, ruang kontrol, sistem keamanan, sampai perangkat komunikasi petugas yang tersebar di seluruh area stadion. Dan menariknya, semua itu harus berjalan normal dalam waktu yang sama.
Kalau di proyek gedung atau kawasan industri, kita sudah biasa ketemu instalasi yang kompleks. Tapi stadion untuk event kelas dunia punya tantangan yang sedikit berbeda. Bukan cuma soal besar atau kecilnya daya yang dipakai, tapi soal keandalan. Karena saat pertandingan berlangsung, nggak ada istilah "sebentar ya, lagi ada troubleshooting." Semua harus siap sebelum kick-off.
Makanya kalau lihat stadion megah dari luar, sebenarnya yang bikin kagum bukan cuma bentuk bangunannya. Buat orang teknis, yang lebih menarik justru bagaimana seluruh sistem di dalamnya bisa bekerja tanpa bikin penonton sadar kalau sistem itu ada. Karena jujur aja, penonton nggak peduli berapa panjang kabel yang terpasang, Nggak peduli berapa panel yang digunakan, Nggak peduli juga berapa jalur distribusi yang disiapkan. Yang mereka peduli cuma satu. Pertandingannya jangan sampai terganggu.
Menurut gue, justru di situlah ukuran keberhasilannya. Kalau puluhan ribu orang bisa menikmati pertandingan tanpa memikirkan urusan listrik, jaringan, atau operasional stadion, berarti ada banyak pekerjaan yang sudah beres jauh sebelum mereka datang. Jadi saat kita menikmati gol-gol spektakuler di lapangan, ada hal lain yang sebenarnya ikut berperan meski nggak pernah masuk highlight pertandingan…apa itu? E N E R G I.
Bukan pemain yang lari 90 menit loh, tapi energi yang bikin stadion, siaran, layar, dan seluruh pengalaman pertandingan bisa berjalan, dari peluit pertama sampai peluit terakhir. Karena setiap gol yang tercipta, selalu ada banyak hal yang ikut bekerja di belakangnya.
Jadi waktu kita lihat satu stadion meledak karena gol di menit akhir, yang kelihatan memang pemain dan penontonnya. Tapi yang bikin momen itu bisa dinikmati tanpa gangguan adalah banyaknya sistem yang sudah beres jauh sebelum kick-off. Buat orang proyek, di situlah poinnya setiap gol yang tercipta, ada energi dan infrastruktur yang ikut bekerja meski nggak pernah masuk highlight pertandingan. Powering Every Goal.
Simak 5 tips merawat kabel listrik agar tetap aman, awet, dan terhindar dari risiko korsleting hingga kebakaran. Gunakan kabel berkualitas JEMBO.
Kenali kabel standard RoHS, keunggulannya, manfaat untuk industri, serta hal penting yang perlu diperhatikan saat memilih kabel sesuai kebutuhan.
Skun kabel atau cable lug merupakan terminal yang dipasang pada ujung konduktor untuk menghubungkan kabel dengan terminal equipment, busbar, panel listrik, maupun komponen kelistrikan lainnya
Cari PVC Compound untuk kabel? Kenali 5 hal penting sebelum memilih, mulai dari fungsi, temperatur, fleksibilitas, konsistensi hingga produsennya.
FTTH memiliki stabilitas koneksi karena fiber optic mengirimkan data menggunakan cahaya, sehingga kapasitas transmisinya besar dan relatif tahan terhadap gangguan elektromagnetik. Sementara Wireless itu lebih fleksibel karena pemasangan lebih mudah dan praktis
Memasang panel surya itu bukan sekadar pasang panel di atap, lalu selesai. Kita harus tahu kebutuhan energi dan karakteristik lokasi supaya sistem yang dipilih memang sesuai. Dengan perencanaan yang tepat, kondisi cuaca yang berubah-ubah bukan sesuatu yang perlu terlalu dikhawatirkan.