Sebelum membeli kabel listrik, ada baiknya konsumen mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya seputar jenis kabel yang ingin dibeli. Pasalnya tidak sedikit dari konsumen yang menganggap semua kabel listrik di pasaran adalah sama. Padahal sebenarnya banyak sekali kabel listrik yang tidak memenuhi standar dijual secara umum di pasaran. Hal ini tentu dapat merugikan dan membahayakan konsumen. Berikut ini ada beberapa tips membeli kabel listrik yang berkualitas.
Jenis kabel listrik biasanya ditandai dengan kode huruf dan angka sebagai penamaan untuk menunjukan informasi seputar material, ukuran kabel, tegangan nominal, dan jumlah konduktor di dalam kabel tersebut. Jenis kabel yang umum digunakan untuk perumahan, industri, maupun gedung yang mudah didapatkan di pasaran adalah kabel NYM, NYY, NYA, NYAF. Masing-masing jenis kabel tersebut memiliki fungsi dan ketahanan yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, baca juga artikel seputar Jenis Kabel Yang Cocok Untuk Instalasi Listrik di Rumah.
Konduktor listrik merupakan material kabel yang dapat menghantarkan arus listrik. Pada umumnya inti konduktor kabel yang banyak digunakan terbuat dari bahan tembaga dengan kemurnian minimum 99,9% dan aluminium dengan kemurnian minimum 99,5%. Inti konduktor kabel juga terdiri dari serabut dan juga solid, keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan.
Kabel serabut lebih lantur jika dibandingkan dengan kabel solid, karena inti konduktornya jumlahnya banyak dan tipis, sehingga membuatnya lebih fleksibel dan mudah dipasang. Kabel serabut yang tidak sesuai dengan standar jumlah serabutnya biasanya sedikit, hal ini akan mempengaruhi kualitas hantar dari kabel, dan biasanya tidak tahan lama.
Sedangkan kabel solid terdiri dari satu ini tembaga. Kabel solid dinilai lebih kuat namun kaku, diameternya kompak dan harganya lebih murah. Untuk itu, sebelum membeli kabel tentukan dulu tujuan pengaplikasian kabel tersebut. Apakah untuk instalasi perangkat elektronik yang butuh fleksibilitas atau instalasi listrik rumah.
Tidak sedikit yang memilih kabel dengan lapisan PVC yang mudah dikupas dengan kuku maupun gigi. Alasannya adalah karena dianggap lebih mudah dalam pemasangannya. Namun perlu diketahui, kabel yang mudah dikupas biasanya tidak menggunakan PVC yang sesuai standar, rapuh, dan kualitasnya tidak bagus. Hal ini bisa membahayakan penggunanya, karena dapat menimbulkan korsleting dan juga mudah rusak.
Setiap kabel yang beredar dipasaran harus memenuhi standar, baik itu SNI, SPLN, LMK, IEC dan sebagainya. Biasanya kabel yang sudah memenuhi standar akan diberi tanda di bagian jaket kabel sesuai standarisasi yang dipenuhi kabel tersebut. Standarisasi kabel pada dasarnya dibuat untuk melindungi konsumen dari produk-produk yang membahayakan, serta meningkatkan daya saing.
Masih ragu dalam memilih kabel listrik yang berkualitas? Cara paling mudah menentukan kabel listrik yang berkualitas adalah dengan membeli kabel dengan merek yang sudah terjamin kualitasnya. Jembo Cable merupakan merek kabel berkualitas yang sudah memenuhi standar yang berlaku. Mulai diproduksi sejak tahun 1973, Jembo Cable sudah digunakan oleh banyak perusahaan swasta maupun pemerintah.
Butuh produk Jembo Cable? silakan hubungi kantor cabang kami yang paling dekat dengan Anda. Silakan klik link berikut ini s.id/sinarmonas. (Adhi)
![]() |
![]() |
![]() |
Fiber To The Home atau FTTH merupakan teknologi jaringan yang menggunakan fiber optik sebagai media penghantar data dari pusat jaringan hingga ke lokasi pelanggan. FTTH memungkinkan koneksi berbasis fiber optik digunakan sampai ke titik pengguna. Cara kerja ini membuat kapasitas pengiriman data menjadi besar dengan kecepatan yang tinggi. Karena itulah, FTTH banyak dipilih untuk mendukung kebutuhan internet cepat yang membutuhkan koneksi stabil dan kapasitas besar.
Ketika sebuah proyek mulai dirancang, urusan distribusi listrik sebenarnya sudah menjadi salah satu perhatian utama. Karena sebesar apa pun proyeknya, semuanya tetap membutuhkan pasokan listrik yang stabil agar bisa berjalan sesuai fungsi yang direncanakan.
Kabel bukan hanya sekadar media penghantar listrik, tetapi juga bagian dari sistem proteksi dan efisiensi distribusi energi.
Instalasi listrik domestik harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan daya rumah tangga sambil memastikan keselamatan dan efisiensi penggunaan listrik.
MCB atau Miniature Circuit Breaker, adalah perangkat proteksi listrik yang berfungsi untuk melindungi sirkuit listrik dari beban berlebih, hubungan singkat, dan arus lebih.
Greenflation adalah akronim dari green inflation atau inflasi hijau. Istilah ini mengacu pada kenaikan harga atau biaya akibat dari transisi energi hijau. Greenflation merupakan fenomena yang terjadi ketika biaya terkait energi hijau mengalami kenaikan yang signifikan.